728x90 AdSpace

iframe frameborder="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppa.php?id_blog=16756&sz=728x90" width="738px" height="100px" marginwidth=0 marginheight=0 >
Latest News

Mālik ibn Anas bin Malik bin
'Āmr al-Asbahi atau Malik bin
Anas (lengkapnya: Malik bin Anas
bin Malik bin `Amr, al-Imam, Abu
`Abd Allah al-Humyari al-Asbahi
al-Madani), ( Bahasa Arab: مالك بن
أنس), lahir di (Madinah pada
tahun 714 (93 H), dan meninggal
pada tahun 800 (179 H)). Ia
adalah pakar ilmu fikih dan
hadits, serta pendiri Mazhab
Maliki.
Biografi
Abu abdullah Malik bin Anas bin
Malik bin Abi Amirbin Amr bin al-
Haris bin Ghaiman bin Jutsail
binAmr bin al-Haris Dzi Ashbah.
Imama malik dilahirkan di
Madinah al Munawwaroh.
sedangkan mengenai masalah
tahun kelahiranya terdapat
perbedaaan riwayat. al-Yafii
dalam kitabnya Thabaqat fuqoha
meriwayatkan bahwa imam
malik dilahirkan pada 94 H. ibn
Khalikan dan yang lain
berpendapat bahawa imam
malik dilahirkan pada 95 H.
sedangkan. imam al-Dzahabi
meriwayatkan imam malik
dilahirkan 90 H. Imam yahya bin
bakir meriwayatkan bahwa ia
mendengar malik berkata :"aku
dilahirkan pada 93 H". dan inilah
riwayat yang paling benar
(menurut al-Sam'ani dan ibn
farhun)[3].
Ia menyusun kitab Al
Muwaththa', dan dalam
penyusunannya ia
menghabiskan waktu 40 tahun,
selama waktu itu, ia menunjukan
kepada 70 ahli fiqh Madinah.
Kitab tersebut menghimpun
100.000 hadits, dan yang
meriwayatkan Al Muwaththa’
lebih dari seribu orang, karena
itu naskahnya berbeda beda dan
seluruhnya berjumlah 30 naskah,
tetapi yang terkenal hanya 20
buah. Dan yang paling masyur
adalah riwayat dari Yahya bin
Yahyah al Laitsi al Andalusi al
Mashmudi.
Sejumlah ‘Ulama berpendapat
bahwa sumber sumber hadits itu
ada tujuh, yaitu Al Kutub as Sittah
ditambah Al Muwaththa ’. Ada
pula ulama yang menetapkan
Sunan ad Darimi sebagai ganti Al
Muwaththa ’. Ketika melukiskan
kitab besar ini, Ibn Hazm
berkata, ” Al Muwaththa’ adalah
kitab tentang fiqh dan hadits,
aku belum mnegetahui
bandingannya.
Hadits-hadits yang terdapat
dalam Al Muwaththa’ tidak
semuanya Musnad, ada yang
Mursal, mu ’dlal dan munqathi.
Sebagian ‘Ulama menghitungnya
berjumlah 600 hadits musnad,
222 hadits mursal, 613 hadits
mauquf, 285 perkataan tabi ’in,
disamping itu ada 61 hadits
tanpa penyandara, hanya
dikatakan telah sampai
kepadaku ” dan “ dari orang
kepercayaan”, tetapi hadits
hadits tersebut bersanad dari
jalur jalur lain yang bukan jalur
dari Imam Malik sendiri, karena
itu Ibn Abdil Bar an Namiri
menentang penyusunan kitab
yang berusaha memuttashilkan
hadits hadits mursal , munqathi’
dan mu’dhal yang terdapat dalam
Al Muwaththa’ Malik.
Imam Malik menerima hadits dari
900 orang (guru), 300 dari
golongan Tabi ’in dan 600 dari
tabi’in tabi’in, ia meriwayatkan
hadits bersumber dari Nu’main al
Mujmir, Zaib bin Aslam, Nafi’,
Syarik bin Abdullah, az Zuhry, Abi
az Ziyad, Sa ’id al Maqburi dan
Humaid ath Thawil, muridnya
yang paling akhir adalah
Hudzafah as Sahmi al Anshari.
Adapun yang meriwayatkan
darinya adalah banyak sekali
diantaranya ada yang lebih tua
darinya seperti az Zuhry dan
Yahya bin Sa ’id. Ada yang sebaya
seperti al Auza’i., Ats Tsauri,
Sufyan bin Uyainah, Al Laits bin
Sa ’ad, Ibnu Juraij dan Syu’bah bin
Hajjaj. Adapula yang belajar
darinya seperti Asy Safi’i, Ibnu
Wahb, Ibnu Mahdi, al Qaththan
dan Abi Ishaq.
Malik bin Anas menyusun
kompilasi hadits dan ucapan
para sahabat dalam buku yang
terkenal hingga kini, Al Muwatta.
Di antara guru beliau adalah Nafi’
bin Abi Nu’aim, Nafi’ al Muqbiri,
Na’imul Majmar, Az Zuhri, Amir
bin Abdullah bin Az Zubair, Ibnul
Munkadir, Abdullah bin Dinar,
dan lain-lain.
Di antara murid beliau adalah
Ibnul Mubarak, Al Qoththon, Ibnu
Mahdi, Ibnu Wahb, Ibnu Qosim, Al
Qo ’nabi, Abdullah bin Yusuf, Sa’id
bin Manshur, Yahya bin Yahya al
Andalusi, Yahya bin Bakir,
Qutaibah Abu Mush ’ab, Al Auza’i,
Sufyan Ats Tsaury, Sufyan bin
Uyainah, Imam Syafi ’i, Abu
Hudzafah as Sahmi, Az Aubairi,
dan lain-lain.
Pujian Ulama untuk Imam Malik
An Nasa’i berkata,” Tidak ada
yang saya lihat orang yang
pintar, mulia dan jujur, tepercaya
periwayatan haditsnya melebihi
Malik, kami tidak tahu dia ada
meriwayatkan hadits dari rawi
matruk, kecuali Abdul Karim ”.
(Ket: Abdul Karim bin Abi al
Mukharif al Basri yang menetap
di Makkah, karena tidak senegeri
dengan Malik, keadaanya tidak
banyak diketahui, Malik hanya
sedikit mentahrijkan haditsnya
tentang keutamaan amal atau
menambah pada matan).
Sedangkan Ibnu Hayyan
berkata, ” Malik adalah orang
yang pertama menyeleksi para
tokoh ahli fiqh di Madinah,
dengan fiqh, agama dan
keutamaan ibadah ”.
Imam as-Syafi'i berkata : "Imam
Malik adalah Hujjatullah atas
makhluk-Nya setelah para Tabi'in
[3] ".
Yahya bin Ma'in berkata :"Imam
Malik adalah Amirul mukminin
dalam (ilmu) Hadits"
Ayyub bin Suwaid
berkata :"Imam Malik adalah
Imam Darul Hijrah (Imam
madinah) dan as-
Sunnah ,seorang yang Tsiqah,
seorang yang dapat dipercaya".
Ahmad bin Hanbal berkata:" Jika
engkau melihat seseorang yang
membenci imam malik, maka
ketahuilah bahwa orang tersebut
adalah ahli bid'ah"
Seseorang bertanya kepada as-
Syafi'i :" apakah anda
menemukan seseorang yang
(alim) seperti imam malik?" as-
Syafi'i menjawab :"aku
mendengar dari orang yang
lebih tua dan lebih berilmu dari
pada aku, mereka mengatakan
kami tidak menemukan orang
yang (alim) seperti Malik, maka
bagaimana kami(orang
sekarang) menemui yang seperti
Malik?[3] "
Kitab Al-Muwaththa
Al-Muwaththa bererti ‘yang
disepakati’ atau ‘tunjang’ atau
‘panduan’ yang membahas
tentang ilmu dan hukum-hukum
agama Islam. Al-Muwaththa
merupakan sebuah kitab yang
berisikan hadits-hadits yang
dikumpulkan oleh Imam Malik
serta pendapat para sahabat dan
ulama-ulama tabiin. Kitab ini
lengkap dengan berbagai
problem agama yang
merangkum ilmu hadits, ilmu
fiqh dan sebagainya. Semua
hadits yang ditulis adalah sahih
kerana Imam Malik terkenal
dengan sifatnya yang tegas
dalam penerimaan sebuah
hadits. Dia sangat berhati-hati
ketika menapis, mengasingkan,
dan membahas serta menolak
riwayat yang meragukan. Dari
100.000 hadits yang dihafal
beliau, hanya 10.000 saja diakui
sah dan dari 10.000 hadits itu,
hanya 5.000 saja yang disahkan
sahih olehnya setelah diteliti dan
dibandingkan dengan al-Quran.
Menurut sebuah riwayat, Imam
Malik menghabiskan 40 tahun
untuk mengumpul dan menapis
hadits-hadits yang diterima dari
guru-gurunya. Imam Syafi
pernah berkata, “Tiada sebuah
kitab di muka bumi ini yang lebih
banyak mengandungi kebenaran
selain dari kitab Al-Muwaththa
karangan Imam Malik. ”
inilah karangan para ulama
muaqoddimin
Wafatnya Sang Imam Darul
Hijroh
Imam malik jatuh sakit pada hari
ahad dan menderita sakit selama
22 hari kemudian 10 hari setelah
itu ia wafat. sebagian
meriwayatkan imam Malik wafat
pada 14 Rabiul awwal 179 H.
sahnun meriwayatkan dari
abdullah bin nafi':" imam malik
wafat pada usia 87 tahun" ibn
kinanah bin abi zubair, putranya
yahya dan sekretarisnya hubaib
yang memandikan jenazah imam
Malik. imam Malik dimakamkan di
Baqi'
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Rating: 5 Reviewed By: Agus setyadi