728x90 AdSpace

iframe frameborder="0" src="http://sebar.idblognetwork.com/psg_ppa.php?id_blog=16756&sz=728x90" width="738px" height="100px" marginwidth=0 marginheight=0 >
Latest News

puisi Chairil Anwar (maret 1943)

#AKU#

Kalau sampai waktuku
‘ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943


#HUKUM#
Saban sore ia lalu depan rumahku
Dalam baju tebal abu-abu

Seorang jerih memukul.banyak menangkis pukul

Bungkuk jalannya –lesu
Pucat mukanya-lesu

Orang menyebut satu nama jaya
Mengingat kerjanya dan jasa

Melecut supaya terus ini padanya

Tapi mereka memaling.ia begitu kurang tenaga

Pekik di angkasa :perwira muda
Pagi ini menyinar lain masa

Nanti ,kau dinanti – dimengerti!
Maret 1943

#TAMAN#
Taman punya kita berdua
Tak lebar luas,kecil saja
Satu tak kehilangan lain didalamnya .
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
Halus lembut bukan halangan.
Karena
Dalam taman punya berdua
Kau kembang,aku kumbang
Aku kumbang,kau kembang.
Kecil,penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
Maret 1943

#LAGU BIASA#
Di teras rumah makan kami kini berhadapan
Baru kenalan .Cuma bepandangan
Sungguhpun samudra jiwa sudah selam berselam

Masih saja berpandangan
Dalam lakon pertama
Orkes meningkah dengan “Carmen” pula.

Ia mengerling .ia tertawa
Dan rumput kering terus menyala
Ia berkata.suaranya nyaring tinggi
Darahku terhenti berlari

Ketika orkes memulai “Ave Maria”
Kuserat ia ke sana…..
Maret 1943


#KUPU MALAM DAN BINIKU#
Sambil berselisih lalu
Mengebu debu.

Barah ternganga

Melayang ingatan kebiniku
Lautan yang belum terduga
Biar lebih kami tujuh tahun bersatu

Barangkali tak setahuku
Ia menipuku.
Maret 1943


#PENERIMAAN#

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Maret 1943

#KESABARAN#

Aku tak bisa tidur
Ornag ngomong,anjing ngonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Di sebelahnya api dan debu

Aku hendak berbicara
Suaraku hilang , tenaga terbang
Sudah! Tidak jadi apa-apa !
Ini dunia enggan di sapa,ambil perduli

Keras membeku air kali
Dan hidup bukan hidup lagi

Kuulangi yang dulu kembali
Sambil bertutup telinga ,berpicing mata
Menunggu reda yang mesti tiba
Maret 1943


#PERHITUNGAN#

Banyak gores belum terputus saja
Satu rumah kecil putih dengan lampu merah muda caya

Langit bercerah dan purnama raya
Sudah itu tempatku tak tentu dimana

Sekilap pangdangan serupa dua klewang bergeseran

Sudah itu berlepasan dengan sedikit heran
Hembus kau aku tak perduli,ke Bandung,ke Sukabumi….?

Kini aku meringkih dalam malam sunyi.
16 maret 1943
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: puisi Chairil Anwar (maret 1943) Rating: 5 Reviewed By: Agus setyadi